Thursday, July 28, 2016

Ciri Bakso yang Dibuat dengan Daging Sapi Berkualitas

Jakarta - Bola-bola daging atau yang dikenal dengan bakso, merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia. Tak heran, jika warung bakso sangat mudah ditemukan di Indonesia.
w750_h400px__1469523037
Namun, beberapa tahun terakhir pamor baru tercoreng. Banyak orang takut makan bakso setelah marak kasus penambahan pengawet dan boraks ke dalam bakso. Belum lagi, penggunaan daging yang kualitasnya jelek.
David, Manager warung Bakso Boedjangan menjelaskan ciri bakso yang dibuat dengan daging sapi berkualitas. Pertama, terlihat dari warna bakso.
"Bakso yang dibuat dengan daging sapi berkualitas warnanya abu-abu," ucap David, saat dijumpai di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (25/7/2016).
Selain itu, bakso yang menggunakan daging sapi asli memiliki aroma kaldu yang kuat. Berbeda dengan bakso yang dibuat dari daging ayam atau memiliki campuran zat pengawet.
David menambahkan, ada berbagai cara dalam proses pembuatan bakso. Jika Anda menginginkan tekstur bakso yang agak keras dan garing, rendam bakso dalam batu es sebelum direbus.
Namun, jika Anda menginginkan tekstur bakso yang lembut, bakso bisa langsung direbus pada air panas setelah diolah.
sumber : lampost.co.id
Produk kami "Bakso Mitfood"
jual bakso sapi
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Jual Bakso Sapi
Link Terkait:
Bakso Sapi Grade B
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait:

Tuesday, July 26, 2016

Mencicip Hot-nya Bakso Boedjangan dengan Kaldu Kluwak

VIVA.co.id - Siapa tak suka bakso? Makanan dari daging sapi berbentuk bulat yang satu ini sudah menjadi hidangan favorit masyarakat Indonesia. Tua, muda, pria, wanita, cuaca panas hingga dingin, bakso selalu bisa menjadi idola.
3C9NHU2AAD42370AC6A26Fl
Tak heran kenapa banyak sekali jenis bakso yang ditawarkan agar penikmatnya tidak merasa bosan. Mulai dari bakso urat, bakso halus, bakso isi, bakso berukuran besar, kecil. Selain daging, fokus utama dalam hidangan ini adalah kuah bakso. Kaldu yang lezat dalam kuah menyempurnakan bulatan daging bakso.
Seperti salah satu kedai bakso dengan nama Bakso Boedjangan. Kedai dengan interior ala rumah jadul ini memiliki beragam menu bakso isi yang pasti disukai pelanggannya, bahkan hingga kuahnya pun bervariasi.
"Bakso telur identik dengan ayam, di sini menggunakan telur bebek," ujar David, manajer Kedai Bakso Boedjangan yang ditemui VIVA.co.id di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Juli 2016. Tekstur bakso lembut dengan beragam isi di dalamnya mulai dari telur asin, keju, cabai rawit, menjadi ciri khas yang membedakan kedai bakso ini dengan yang lainnya.
Selain unik dengan ragam baksonya, ternyata nama Bakso Boedjangan sendiri memiliki makna khusus."Konsepnya kita mau menggandrungi kaum wanita. Karena survei terhadap 70 persen wanita, mereka suka bakso, mau kepanasan, kedinginan tetap bakso. Target kita pangsa pasarnya wanita."
Sebagai franchise dari kedai bakso dengan nama yang sama, kedai bakso Boedjangan Kelapa Gading tidak hanya memiliki rasa yang sama dengan kedai di Bandung, namun juga interior yang sama persis. Melihat adanya gerobak di dalam kedai, dengan batu bata merah ditonjolkan di bagian dinding, serta beberapa dekorasi nuansa jadul menjadikan tempat ini seperti warung bakso pinggiran yang disulap lebih modern.
Konsep dan rasa yang sama di setiap franchise kedai tetap dipertahankan, dengan maksud agar pengunjung merasakan hal yang sama dimanapun mereka berkunjung. "Konsep sama semua, biar semua yang datang ke bakso Boedjangan di manapun suasana sama, rasanya sama."
Sedangkan untuk kuah kaldu sendiri, selain menyediakan kuah dengan kaldu tulang, juga terdapat pilihan kuah dengan kluwak. Bagi mereka pencinta makanan pedas, bakso dengan kuah kluwak ini sangat cocok. "Kuah kluwak ini baru satu bulan ada.
Dan cocok untuk mereka pecinta makanan pedas." Namun jangan bayangkan pedasnya kuah yang gurih ini akan sangat pedas, bagi pencinta pedas, tetap bisa menambahkan sambal cabai di dalamnya.
Bosan makan bakso di kedai bakso, tenang karena di sini juga menyediakan berbagai olahan nasi dan yamin. Seperti Black Yamin yang Misterius, warna hitam mi yang terbuat dari arang bambu. Untuk nasi sendiri yang menjadi idola adalah nasi bakso saos telur asin, dan nasi goreng urat Boedjangan
Untuk minuman dan dessert sendiri, wajib mencoba es duren kesepian, dan air mata buaya. Es durian kesepian terbuat dari daging durian Medan polos, tanpa biji dengan kuah vanila yang sangat menyegarkan. Air mata buaya sendiri menjadi alternatif minuman favorit baru di sini. Terbuat dari Fanta, biji selasih, jeli, sirup, dan susu.
sumber : viva.co.id
Produk kami "Bakso Mitfood"
jual bakso sapi
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Jual Bakso Sapi
Link Terkait:
Bakso Sapi Grade B
Untuk melihat produk kami lainnya, Silahkan Klik
Untuk Order, Silahkan Klik
Bakso Sapi Grade C
Link Terkait:

Monday, July 11, 2016

Bakso Menjadi Makanan Favorit Pemudik

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bakso menjadi makanan favorit para pemudik di jalur selatan Jawa Barat. "Bakso tidak ribet dan tidak butuh waktu lama membuatnya, selain itu harganya juga sangat terjangkau," kata Wawan, pemudik bermotor di jalur Garut, Ahad (10/7).
photo (1)
Wawan menempuh perjalanan dari Tasikmalaya ke Bandung. Sepanjang perjalanan ia mengaku sudah beberapa kali jajan bakso di pinggir jalan.
Hampir semua gerai penjual bakso diserbu pemudik, khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor. Salah seorang pemilik warung bakso di Jalan Pembangunan Kabupaten Garut, Trisno (50) mengaku menambah stok bakso jualannya.
Tak hanya pedagang bakso di dalam kios, para pedagang bakso dorong juga panen pada musim mudik lebaran kali ini. Para pedagang bakso yang berjualan di pinggir jalan di jalur selatan itu dikerubuti oleh para pemudik yang membeli bakso sambil berinstirahat.
Meski terjadi peningkatan jumlah pembeli oleh para pemudik, namun para pedagang bakso tetap menjualnya dengan harga normal. Harga bakso di jalur itu berkisar antara Rp7.000 hingga Rp13.000 per mangkuk.
Selain para pedagang bakso, para penjual kopi gendong juga menuai untung di jalur macet di kawasan Garut itu. Mereka menjual segelas kopi antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per gelas ukuran 200 mili liter.
Sumber : antara